Ku merintih aku menangis ku meratap aku mengharap ku meminta
Dihidupkan semula agar dapat kembali kedunia nyata
Perjalanan roh ku melengkapi sebuah kembara singgah dirahim bonda
Sebelum menjejak kedunia menanti dibarzakh sebelum berangkat ke masyar
Diperhitung amalan penentu syuarga atau sebaliknya, tanah yg basah berwarna merah
Semerah mawar dan juga rindu tujuh langkah pn baru berlalu, seusai talkin
Bernada syahdu tenang dan damai dipusaraku, nisan batu menjadi tugu, namun tak siapa
Pun tahu resah penantianku, terbangkitnya aku dari sebuah kematian, seakan kudengari,
Tangis mereka yang ku tinggal kan, kehidupan disisni bukan suatu khayalan, tetapi ia sebenar
Kejadian. Kembali roh kembali, kembalilah kedalam diri sendirian sendiri, sendiri berteman kan sepi, hanya kain putih yang membaluti tubuhku, terbujur dan kaku jasad didalam keranda kayu,
Ajal yg datang dimuka pintu, tiada siapa yg memberitahu, tiada siapa pun dapat hindari, tiada siapa yang terkecuali, lemah jemari nafas terhenti tidak tergambarm sakitnya mati, cukup sekali
Tak sangup untuk ku mengulangi, jantung berdegup kencang menantikan malaikat datang mengigil ketakutan gelap pekat dipandanagan selama ini diceritakan kini aku merasakan
Di alam barzakh jasad dikebumikan
Thursday, April 22, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment